Senin, 31 Oktober 2011

Membaca

Membaca dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting. Karena selain menambah ilmu, membaca menambah wawasan kita yang masih minim. Dimana pun kita berada sempatkanlah waktumu untuk membaca entah koran, majalah, mading d sekolah, atau buku yang menarik bagi kita. Kebiasaan membaca dapat dipupuk, dibina dan dikembangkan. Membaca buku-buku ilmu pengetahuan sangat berarti karena mengurangi beban memori ingatan kita.

Namun sayang di Indonesia, membaca belum mendunia di kalangan masyarakat. Masih sulit untuk mengubahnya, jika ada niat sih pasti semua bisa di lalui dengan mudah.  Kadang kita pikir bahwa membaca adalah hal yang membosankan karena hanya ada beratus-ratus kalimat yang kita lihat dalam lembaran-lembarannya. Tapi dari hal yang kita anggap membosankan itu akan berguna entah kapan dan pasti ada secarik pesan yang bisa kita ambil. Maka jangan pernah meremehkan 'membaca' karena mebaca itu sangatlah asyik, bisa mengisi waktu luang ya daripada bermain game atau menonton telivisi.

Seperti halnya banyak orang yang mengunjungi mall tiap harinya namun sedikit orang yang mengunjungi perpustakaan Kota/Wilayah. Hal itu sungguh terjadi di negara kita ini. Ya karena fasilitas yang kurang memadai. Sungguh memprihatinkan bukan.

Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang membaca sudah menjadi 'cemilan' sehari-hari. Tidak membaca sehari saja seperti ada yang kurang dalam hidupnya. Mungkin dari dua atau tiga penduduk, satu diantaranya pasti membaca.


Jangan pernah mengatakan 'tidak ada waktu untuk membaca'. Semua itu tergantung diri kita sendiri apakah kita mampu membagi waktu dengan baik? Ya meskipun masih banyak tugas/keperluan yang harus kita kerjakan.


 Jadi gunakan waktumu saat ini untuk hal-hal yang berguna seperti membaca dan jangan pernah menyesal di akhir nanti. Karena hidup hanya sekali dan kita tidak bisa mengulangnya.




Sabtu, 29 Oktober 2011

Mandi Setelah Begadang Dapat Menyebabkan Kematian

Buat yang suka begadang, pasti tau kalo begadang sangat tidak baik buat kesehatan. Bahkan kurang tidur bisa menyebabkan kematian, di tambah lagi kalo setelah begadang langsung mandi. Katanya bisa kena “Masuk Angin Stadium 5″ loh..!!

Dampak Kurang Tidur dan Mandi setelah Begadang bisa Menyebabkan Kematian
Selain itu, kalo mandi sehabis begadang juga beresiko terkena paru-paru basah dan Angin Duduk (gue masih belum ngerti tuh penyakit) yang bisa berakibat fatal, bahkan meninggal mendadak. Abis mandi lemes, pusing trus tidur tapi gak bangun lagi, serem kan..?

Ada sebuah cerita pengalaman nyata :


Mahasiswa seni rupa ITB yang ngerjain tugas akhir sambil begadang, dan pas besoknya mau presentasi buat sidang akhir, dia pulang dulu sekalian mandi, ternyata dia meninggal. Bener-bener yang namanya “tugas akhir” tuh.

Untuk penjelasan secara logis tentang sehabis begadang langsung mandi sederhananya adalah seperti ini :

Tubuh kamu yg begadang itu sebenarnya melakukan banyak aktivitas yg seharusnya pada waktu itu harus segera di istirahatkan. Karena banyak aktivitas yg terjadi di dalam tubuh kita, tanpa kita sadari terjadi pemanasan dari dalam tubuh kita.

Nah, bayangin aja kalo dari suhu tubuh yg panas tiba2 disiram dengan air di pagi hari yg suhunya jauh lebih dingin ketimbang suhu tubuh kamu, apa yg akan terjadi ??
yups, benar … Penurunan suhu tubuh yg sangat drastis dan spontan. Sedangkan tubuh kita tidak dirancang untuk itu.


Kejadian itu mempunyai logis yg sama halnya dengan “terjun dari ketinggian yg menggunakan parasut” dan “terjun tanpa menggunakan parasut” .
Bisa membayangkan apa akibatnya ?? sangat jauh berbeda bukan ??
Makanya sangat dilarang untuk tidak langsung mandi disaat setelah begadang.. Karena berbahaya…!!!

Kamis, 27 Oktober 2011

Ujian Nasional Dan Kondisi Psikis Siswa


Ujian Nasional, sepertinya masalah ini sudah basi atau tidak pentingkah? Karena saat ini kita tengah disibukkan oleh euforia Pilpres, dan sudah bisa dipastikan siapa pemenangnya. Tapi saat ini tidaklah saya ingin membahas masalah pilpres ini, bukan berarti tidak penting. Biar dan ijinkalah saya mengulas sedikit tentang dampak Ujian Nasional pada kondisi psikis anak atau siswa. Siapa peduli! Tapi biarlah karena ini hanyalah rasa empati saya yang begitu besar terhadap dunia pendidikan, sebab saya pernah menjadi seorang pendidik untuk beberapa tahun menangani langsung siswa yang akan menghadapi UN. Dulu namanya Ebtanas dan selalu berubah setiap era.

Dalam hal ini yaitu mengenai kondisi psikis anak ketika menghadapi Ujian, apakah kita sebagai orangtua atau guru membantu mereka mengelola emosi, agar bisa bersikap tenang dalam menghadapi pertempuran atau kekalutan bernama Ujian Nasional ini. Adakah kita para orangtua maupun guru menciptakan suasana yang kondusif agar mereka siswa tersebut bisa menyikapi atau mempersiapkan mental dengan baik agar semangat menghadapinya(UN)? Tanyalah pada diri kita sendiri sebagai orangtua atau guru. Jangan-jangan malah kita menciptakan suasana yang tegang, sehingga belum saja menjalani UN, siswanya sudah nervous, tertekan, khawatir, takut tidak lulus dan banyak ketakutan-ketakutan lainnya.

Otak dan pikiran mereka kita jejali dengan latihan-latihan soal, dalam pandangan mereka kita gambarkan bahwa meraih NEM atau nilai berdasarkan standart nasional berapa, (tanya saja pada mereka yang berkompeten), tertinggi adalah harga mati. Atau tinggal pilih mau lulus atau tidak, terserah yang penting kita bisa menjejali mereka bahasan-bahasan soal yang memusingkan kepala. Lagi-lagi siswa selalu jadi korban, mau protes apa ada yang menyikapi. Garis bawahi, jika siswa sudah duduk di kelas III, maka mereka akan dilatih untuk menjawab a,b,c dan d. Latihan soal ini dan soal itu, terkadang kurang di jam pelajaran, ditambah lagi dengan les, bahkan ada yang ikut bimbel. Waktu diisi hanya berpacu dengan soal dan soal, materi nomor kesekian, ilmu yang didapat siswa itu urusan nantilah. Jika siswa ada yang gagal maka mereka yang disalahkan, tapi kalau mereka dapat nilai bagus maka semua berbangga hati.

Bukan berarti UN itu tidak penting, namun disini yang harus diperhatikan adalah kesiapan kondisi psikis anak atau siswa itu harus diperhatikan. Tidaklah harus main-main menghadapi UN tersebut. Kita sebagai orangtua atau guru haruslah mengkondisikan mental anak dengan baik., dampingi mereka. Karena mempersiapkan mental yang baik dalam menghadapi ujian itu penting. Kita tidak mesti menuntut anak secara berlebihan agar mereka jadi juara dengan tekanan-tekanan secara lisan. Harus dapat NEM tinggi atau harus dapat rangking terbaik atau harus-harus yang lainnya lagi. Persiapan untuk belajar saja anak atau siswa tersebut sudah capek lahir batin, apalagi dengan tuntutan-tuntutan kita yang terlalu over. Seolah-olah NEM tinggi itu adalah segala-galanya. Cukuplah sudah kita membebani mereka dengan jadwal-jadwal padat dalam menghadapi ujian. Belum lagi ditambah peraturan-peraturan yang sudah terpusat dalam mengatur tentang UN ini. Jangan ditambah lagi dengan hal remeh temeh yang dapat berakibat fatal, hingga siswa benar-benar gagal menempuh UN, hanya karena kondisi mental yang jatuh.

Saya yakin kita, anda para orangtua dan pendidik yang berhubungan langsung dengan anak atau siswa dapat bersikap arif dan bijak menyikapi hal ini. Dan sebagai anak atau siswa, haruslah menghadapi ujian ini dengan penuh tanggungjawab, kesatria dan jujur. Marilah kita ciptakan suasana yang kondusif agar siswa dapat menghadapi dan menjalani ujian nasional ini dengan hati yang tenang dan senang. Mereka bahagia dan semangat menghadapi dan menjalaninya tanpa ada beban, dibarengi dengan doa dan usaha mereka yang maksimal, maka yakinlah kita akan melihat keberhasilan mereka. Tapi ingat ilmu atau materi itu penting ditransfer kepada siswa, tidak hanya mengutamakan latihan-latihan soal yang sifatnya temporal atau instan. Kasihan jika kita mencetak lulusan yang tak berilmu pengetahuan. Coba bayangkan “Andai Ujian Nasional, Seperti Sebuah Pesta,” maka siswa akan menyonsongnya dengan penuh kegembiraan, bahkan dengan semangat dan keriangan diwajah yang terus terpancar.

Perpisahan #IX Teratai#

Pak Parno .....

 Terima kasih...

 Karna kau telah sabar membimbing kami,

 kau telah memberikan tanggung jawab besar,

 kau kerja keras untuk membuat kami smangat,

 kau berjuang 'tuk memberikan contoh yang baik,

 semua pengorbananmu tak terhingga.



 sebagai balas budi kami padamu kami berjanji tuk menjadi kebanggaanmu.

 menjadi sperti yang kau inginkan.

 Melihat kami meraih cita-cita, agar kelak kau tersenyum bahagia.

 Karna semua didikanmu tak sia-sia.



 Percayalah Pak Parno....

 Kita takkan ingkar janji,

 Janji demi balas budi kami padamu untuk dirimu seorang dan tuk' masa depan kami anak didikmu.



 Kami berdoa agar Bapak selalu diberikan berkah kebahagiaan dalam kehidupan Bapak selanjutnya.

 Selamat berjuang bersama kami di jalan kita masing-masing.

 Doa Bapak selalu kami harapkan.

 Terimakasih Pak Parno..

 GBU :)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | ewa network review